Langsung ke konten utama

Boogschutter

Hello.
It's kinda hurt me to say that, after all those things that happened, you're still my favorite hello and hardest goodbye. It's hurt me more when i realize we don't even say hello anymore. It's weird, but i will say that i miss you.

To my favorite boogschutter,

***
Berjanjilah untuk bahagia.
Seseorang yang memastikan orang lain selalu bahagia, pantas untuk selalu bahagia. Seseorang yang terusik saat orang lain terisak, layak mendapat kebahagiaan yang tak terusak. Berjanjilah untuk selalu tersenyum dan tidak menyembunyikan beban. Berjanjilah untuk selalu bahagia tanpa kata pura-pura.

Rasanya tidak ada yang penting lagi saat memikirkanmu. Selain memastikan kamu bahagia. Perasaan ini terlalu halus untuk dinyatakan. Terlalu gegabah jika dikatakan tulus, karena aku pun tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan padamu. Kamu mungkin telah melepas panahmu tanpa kau sadari ke arahku hingga kamu tidak menyadari aku jatuh hati. Aku mungkin terlalu pandai menyembunyikan rasa ini di hadapanmu hingga akhirnya kita tak pernah berujung temu. Entah kamu yang tidak menyadari, atau aku yang terlalu pandai bersembunyi.

Kita tak pernah saling menyadari, hingga saling jatuh ke lain hati. Bukan, bukan saling, bukan kita yang jatuh ke lain hati, mungkin hanya kamu. Mungkin hanya kamu, karena sejak hari itu, aku tidak yakin apa aku bisa berpaling darimu.
***

To my favorite boogschutter,

Be happy.
Cause for me, that's all that matter. :)




-15/11/2017
je verjaardag komt heel snel. fijne verjaardag!

Komentar

  1. hmmm. alur penyampaian ide yang bagus. saya bisa merasakan dinamika emosi dari pesan itu. good job. ditunggu post selanjutnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

I Need You

Alhamdulillaaahhh! :D  Gatau lagi mau ngomong apa, selama di Jawa kemaren... gue dapet surprise yang bener-bener surprise. Oke, ngeliat hasil kerjaan kita itu emang perasaan paling nyenengin, paling, paling, paling nyenengin :')  Jadi, ceritanya... pas gue di Jawa kemaren, ada yang nelpon gue... mungkin pak pos atau siapa, nanya rumah gue yang mana, terus nanya lagi kok rumahnya sepi dan akhirnya dia bilang kalo dia nganter paket dari mizan dan dia nanya harus dia titip di mana paket itu. Jadilah paket itu anteng-anteng di rumah tante gue yang emang deket dari rumah.  Gue udah sama sekali enggak mau ngapa-ngapain lagi, mau pulang, mau ke Jakarta, mau buka paketnya, mau baca buku sendiri :))  Dan akhirnyaaa... gue sampe rumah! Langsung ke rumah tante buat ngambil paket yang sudah terbuka dan bukunya tinggal tiga karena emang gue bagi sodara gue satu-satu. Padahal, gue nungguin momen pas ngambil paketnya dari pak pos, tapi ternyata enggak bisa. Ya sudahl...

Aku Baik-Baik Saja

Tak disangka, ternyata aku baik-baik saja Ternyata, tanggal lima itu tak menghancurkanku sebegitunya Kukira, perlu waktu lama untuk bermuram durja Nyatanya, biasa saja Sedih, tak perlu ditanya Bukankah itu hal biasa saat putus cinta? Tak apa, setidaknya, aku tidak sedih saat jatuh cinta Saat dunia terasa milik berdua, yang kurasa hanya bahagia.

Katanya, Tentang Hati

Rasanya sudah lima jam ia bergelut dengan pikirannya sendiri. Kali ini, bukan tentang kopi apa yang harus dipesan untuk melalui hari. Bukan pula soal sarapan apa besok pagi. Malam ini, ia pun bingung dengan pergelutan yang sedang terjadi. Katanya, tentang hati. Memang, belakangan ini, ia suka asik sendiri. Terkadang, kesal sendiri. Beberapa kali, ia terlihat sedih sendiri. Sepertinya, kali ini benar tentang hati. Tempo hari, aku sempat bertanya padanya, bagaimana rasanya yang kali ini? Ia tidak banyak bicara, hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu. Mungkin, dalam pikirannya, ia sedang mengingat bagaimana ia diperlakukan. Bagaimana ia mengeluarkan sosok 'perempuan' lebih dari biasanya saat sedang bersama. Bagaimana ia bisa menonaktifkan pikirannya dan tetap yakin akan baik-baik saja, selama bersamanya. Setelah jeda yang cukup panjang itu, ia membuka suara, "dibanding perasaan yang menggebu-gebu dan apa yang orang-orang sebut dengan butterflies , kali ini, rasanya... tenan...