Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Tentang Kamu, Apalagi?

Segalanya akan tiba pada masa terobati. Pun rindu. Kerinduan yang terasa, akan terobati, cepat atau lambat, sekarang atau nanti. Kalau saja kemampuan menulisku masih seluwes dulu, aku akan menulis setumpuk surat untukmu, bukan lagi sepucuk seperti zaman dahulu. Kalau saja aku masih selihai dulu menyembunyikan makna dalam tulisanku, aku akan menulis berpuluh-puluh postingan di seluruh sosial media tentangmu. Toh kamu tidak akan tahu. Namun, aku memilih menyimpan semua tulisan itu dalam catatan di telepon genggamku. Ya, di setiap telepon genggam yang kumiliki sejak mengenalmu. Aku menulis semua tentangmu di sana, semua hal. Tulisan itu kadang membuatku merasa lebih baik, kadang juga berlaku sebaliknya, membuatku merasa lebih buruk. Ada hasrat untuk menyebarkannya di sosial media, namun urung kulakukan karena takut apa yang kutulis di sana menjauhkanku dari orang-orang tertentu. Takut apa yang kutulis, merusak apa yang sudah terbentuk dengan baik. Menjadi orang yang cenderung

Akibat Kebanyakan Nulis Makalah

Kebanyakan nulis makalah memiliki efek samping yang berbahaya. Keseringan nulis makalah memiliki efek samping yang berbahaya. Kebanyakan bikin makalah memiliki efek yang berbahaya. Keseringan bikin makalah memiliki efek yang berbahaya. SERIUS. Enggak bercanda gue. *** Jujur nih ya, tujuan utama gue masuk sastra Indonesia adalah supaya kemampuan nulis gue ningkat gitu yakan. Itu dulu, sebelum gue tau kalo ternyata sastra Indonesia enggak ada hubungannya sama kemampuan lo nulis. Eh, ralat. Ada deng, ada... ada hubungannya, tapi dikit aja enggak usah banyak-banyak. Kenapa gue mengharapkan masuk sastra bisa meningkatkan kemampuan nulis? Karena gue kira tugasnya bakal nulis-nulis cerpen lucu gitu yekan. TERNYATA ENGGAK WOY! E N G G A! Tugasnya nulis makalah, setiap UAS. Iya, kalo lagi beruntung nih, matkulnya 6 makalahnya 6. Dikumpulin beda sehari HAHAHA. Sejak masuk sastra Indonesia, kemampuan menulis makalah gue meningkat, terima kasih. Walaupun belum sempurna-s