Langsung ke konten utama

Start From Baby Steps

I read a very good sentence written on a sticker, "if you want to be happy, you have to wake up with the intention to be happy". So i did. It's been a week since i started that thing. I really hope it can be my new habit because it helps me a lot. If i wake up with positive mind, i can finish the day easily without too much worry. You can try by yourself if you want to feel that too.

After doing what the sticker says, i can process everything one by one. I can--slowly--reduce my overthinking habit. I feel a little bit happier. That's ok. Everything start from a little bit anyway.

I've been doing good now, fortunately. I will keep doing good for myself and other people around me. I don't want them to keep reading and listening my complaints over and over again. It's nice to spread positivity, right?

Then, i also trying to feel enough of myself. I'm trying to stop being greedy in life. I will do whatever it is one by one. I know everyone is struggling in their life, so it's normal if i'm struggling in life too.

After all those little steps i take, now i can think clearly. I realize that i don't have to be as rich as anybody else. I don't have to be as success as everyone else. I just have to be like me. To know what i want--and have--to do.

It's just life anyway. You may run to the end of the world. But, in the end, you might still don't know what you're running for. What's your goal? Where's the finish line? Or even, who you race with? In the end, it's nothing.

There will be no finish line if i keep running in my life. One thing that i know, i will run out of breath. Then collapsed. Not sure if i can continue to walk my life again.

So, i choose baby steps. By being happy since i wake up in the morning, stop comparing my life to others, and accept everything i have to do now, in the present. Those little steps keep me sane and help me see life in a better way.

I'm so happy for myself. I'm so proud of me.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Aku Baik-Baik Saja

Tak disangka, ternyata aku baik-baik saja Ternyata, tanggal lima itu tak menghancurkanku sebegitunya Kukira, perlu waktu lama untuk bermuram durja Nyatanya, biasa saja Sedih, tak perlu ditanya Bukankah itu hal biasa saat putus cinta? Tak apa, setidaknya, aku tidak sedih saat jatuh cinta Saat dunia terasa milik berdua, yang kurasa hanya bahagia.

I Need You

Alhamdulillaaahhh! :D  Gatau lagi mau ngomong apa, selama di Jawa kemaren... gue dapet surprise yang bener-bener surprise. Oke, ngeliat hasil kerjaan kita itu emang perasaan paling nyenengin, paling, paling, paling nyenengin :')  Jadi, ceritanya... pas gue di Jawa kemaren, ada yang nelpon gue... mungkin pak pos atau siapa, nanya rumah gue yang mana, terus nanya lagi kok rumahnya sepi dan akhirnya dia bilang kalo dia nganter paket dari mizan dan dia nanya harus dia titip di mana paket itu. Jadilah paket itu anteng-anteng di rumah tante gue yang emang deket dari rumah.  Gue udah sama sekali enggak mau ngapa-ngapain lagi, mau pulang, mau ke Jakarta, mau buka paketnya, mau baca buku sendiri :))  Dan akhirnyaaa... gue sampe rumah! Langsung ke rumah tante buat ngambil paket yang sudah terbuka dan bukunya tinggal tiga karena emang gue bagi sodara gue satu-satu. Padahal, gue nungguin momen pas ngambil paketnya dari pak pos, tapi ternyata enggak bisa. Ya sudahl...

Katanya, Tentang Hati

Rasanya sudah lima jam ia bergelut dengan pikirannya sendiri. Kali ini, bukan tentang kopi apa yang harus dipesan untuk melalui hari. Bukan pula soal sarapan apa besok pagi. Malam ini, ia pun bingung dengan pergelutan yang sedang terjadi. Katanya, tentang hati. Memang, belakangan ini, ia suka asik sendiri. Terkadang, kesal sendiri. Beberapa kali, ia terlihat sedih sendiri. Sepertinya, kali ini benar tentang hati. Tempo hari, aku sempat bertanya padanya, bagaimana rasanya yang kali ini? Ia tidak banyak bicara, hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu. Mungkin, dalam pikirannya, ia sedang mengingat bagaimana ia diperlakukan. Bagaimana ia mengeluarkan sosok 'perempuan' lebih dari biasanya saat sedang bersama. Bagaimana ia bisa menonaktifkan pikirannya dan tetap yakin akan baik-baik saja, selama bersamanya. Setelah jeda yang cukup panjang itu, ia membuka suara, "dibanding perasaan yang menggebu-gebu dan apa yang orang-orang sebut dengan butterflies , kali ini, rasanya... tenan...