Langsung ke konten utama

That's Just How The World Works

Someday, i think my life is a whole mess.
The other day, i think my life is a blessed.

Someday, i think myself is not more than just a garbage.
The other day, i think myself is amazing af.

Someday, i think life is so cruel. No one wants to be my friend. Nothing works well as i expected it to be. Nothing run well in my life.

I complained too much about it. I spent time stressing over it. I'm busy doing every single things except my responsibilities. I'm talking too much about how cruel this life to me.

But, then, when my mind is clear enough to think, i realized that's just how the world works. It's not life that did dirty to me. Everything that happens in my life is just how the world works. I should not complain too much about how my life goes on. I should learn how to overcome life to survive.

Not everything went well so that i can learn from the failure. Not everyone can help me anytime so that i know i have to do most things by myself. I know that i have to do what i have to do. If i don't like someting in my life, i have to change it by myself. I can't always rely on other people to go through my life.

If i'm not satisfied with my English? Learn English more.
If i don't like how my body looks in the mirror? Exercise and eat healthier.
If i don't know how to write something to get degree? Read more.

It's your life, Fiona. The one who can change it and make it better is you. Only you.

Stop complaining too much. Stop worrying too much about your future. You still have to enjoy the present anyway.

Live happily.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Katanya, Tentang Hati

Rasanya sudah lima jam ia bergelut dengan pikirannya sendiri. Kali ini, bukan tentang kopi apa yang harus dipesan untuk melalui hari. Bukan pula soal sarapan apa besok pagi. Malam ini, ia pun bingung dengan pergelutan yang sedang terjadi. Katanya, tentang hati. Memang, belakangan ini, ia suka asik sendiri. Terkadang, kesal sendiri. Beberapa kali, ia terlihat sedih sendiri. Sepertinya, kali ini benar tentang hati. Tempo hari, aku sempat bertanya padanya, bagaimana rasanya yang kali ini? Ia tidak banyak bicara, hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu. Mungkin, dalam pikirannya, ia sedang mengingat bagaimana ia diperlakukan. Bagaimana ia mengeluarkan sosok 'perempuan' lebih dari biasanya saat sedang bersama. Bagaimana ia bisa menonaktifkan pikirannya dan tetap yakin akan baik-baik saja, selama bersamanya. Setelah jeda yang cukup panjang itu, ia membuka suara, "dibanding perasaan yang menggebu-gebu dan apa yang orang-orang sebut dengan butterflies , kali ini, rasanya... tenan...

Sudah Lama, Ya

Ya, sudah lama. Sudah lama sejak getar itu hadir. Entah akan berakhir dengan manis atau getir. Sudah lama. Sejak terakhir bibirnya terbuka selebar itu. Sejak terakhir hatinya sepenuh itu. Sejak terakhir dirinya diperlakukan sebaik itu. Ah, aku tak bisa lagi menahan rindu, bisa kah kau langsung menghubungiku? kosong dua satu ...-

Lepaskan Saja, Ya?

Tidak apa-apa, lepaskan saja. Toh, sakit jemarimu memaksakan genggaman. Nantinya, akan membekas luka itu bak jeratan. Tak apa, ikhlaskan saja.   Mereka bilang, “setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya” Dan seingatku, kamu setuju. Jadi, mengapa saat masa seseorang ini sudah berakhir, Kau masih meratapinya dengan begitu pilu? K amu yang paling tahu seberapa berartinya dirimu. Seberapa bernilainya pribadimu. Betapa cantiknya parasmu—menurut ibumu. Hal apa pun tidak akan mengurangi nilai dirimu. Jadi, mungkin, ini sudah saatnya kau berhenti menunggu.   Pesan itu, Panggilan itu, Pertemuan itu. 09/02/2026