Langsung ke konten utama

Postingan

Tiba-tiba Belanda

Kuliah. Masa-masa ini kayaknya adalah masa di mana setiap mahasiswa berebut bikin pembuktian tentang proses yang mereka jalanin buat membentuk atau memperbaiki diri. Ya, setiap manusia pasti berproses. Berproses bisa dengan berbagai macam jalan, tempat, cara, dan setiap orang bebas memilih di mana mereka mau berproses dan berkembang. Mungkin ada orang yang milih ikut organisasi untuk melatih diri, ada juga yang lebih suka ikut di UKM yang bisa menambah atau meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang-bidang tertentu. Ada juga orang yang berproses di luar kampus, freelance atau kerja paruh waktu, misalnya. Mungkin ada orang yang keliatannya habis kuliah langsung pulang, atau habis kuliah cuma nongkrong sama temen-temen di kantin. Ya itu kan keliatannya, kita enggak bisa liat apa yang sebenernya mereka lakuin selain itu. Gue, jujur aja, termasuk yang habis kuliah pengennya pulang aja. Kadang gue ke kantin dulu, tapi habis makan, ya pulang. Kalo ditanya kenapa enggak ikut organisas...

Ya, Lalu?

Tahun ini, gue akan tiba di usia 20. Usia yang kata kebanyakan orang mulai bingung mau ngapain. Enggak. Gue enggak bingung, gue tahu kok mau ngapain di umur ini. Kuliah. Ya iyalah, orang gue belum lulus, masa udah bingung aja? Tadinya gue mikir gitu. Akan tetapi, karena obrolan gue dengan beberapa temen gue beberapa hari yang lalu, gue jadi mikir, sebenernya gue mau apa sih di hidup gue? Ya iya, kuliah. Terus kalo udah lulus mau ngapain lagi? S2? Oke, S2. Habis itu? Kerja? Terus...? Udah? Gitu aja? Setelah pembicaraan itu, gue jadi tahu kalo gue sebenernya belum ngelakuin apa-apa, bahkan buat hidup gue sendiri. Gue belum tahu mau bawa hidup gue ini ke mana. Gue belum paham apa yang harus gue lakuin, ya karena... tujuan akhirnya aja belom jelas. Hal itu berimbas ke gue sampe hari ini. Mungkin karena merasa enggak punya tujuan yang pasti, gue jadi agak males rasanya kuliah, ngerjain tugas, yah alesan aja sih itu mah. Walaupun gue yakin, gue males kuliah karena ini baru m...

Boogschutter

Hello. It's kinda hurt me to say that, after all those things that happened, you're still my favorite hello and hardest goodbye. It's hurt me more when i realize we don't even say hello anymore. It's weird, but i will say that i miss you. To my favorite boogschutter, *** Berjanjilah untuk bahagia. Seseorang yang memastikan orang lain selalu bahagia, pantas untuk selalu bahagia. Seseorang yang terusik saat orang lain terisak, layak mendapat kebahagiaan yang tak terusak. Berjanjilah untuk selalu tersenyum dan tidak menyembunyikan beban. Berjanjilah untuk selalu bahagia tanpa kata pura-pura. Rasanya tidak ada yang penting lagi saat memikirkanmu. Selain memastikan kamu bahagia. Perasaan ini terlalu halus untuk dinyatakan. Terlalu gegabah jika dikatakan tulus, karena aku pun tidak tahu apa yang sebenarnya aku rasakan padamu. Kamu mungkin telah melepas panahmu tanpa kau sadari ke arahku hingga kamu tidak menyadari aku jatuh hati. Aku mungkin terlalu pan...

Sepucuk Surat untuk Organ Dalam

Sudah bosankah kamu wahai hati? Hingga akhirnya berhenti membatasi pada siapa akan jatuh hati? Setelah beberapa tahun, akhirnya kau hidupkan kembali debar itu. Setelah beberapa lama, akhirnya kau runtuhkan juga benteng pembatas itu. Akhirnya kau gugurkan juga syarat yang sulit ditembus itu.  Sudah bosankah kamu padanya? Hingga akhirnya jatuh pada orang lain dengan semudah itu? Setelah beberapa lama, akhirnya kau lupakan juga kriteria yang kau junjung mati-matian itu. Setelah segala hal yang terjadi, akhirnya kau jatuh pada orang yang paling tidak terbayangkan dalam hidupmu. Dasar organ dalam. Tidak apa, kau boleh jatuh pada siapa saja. Asal kau sehat selalu di dalam sana. Jangan terkena penyakit apa-apa, ya. 6/11/17

Kubam adap Kubamep

aku ini perempuan ingin lelaki yang rupawan lelaki tampan lelaki mapan lebih baik lagi kalau bisa baca quran itu yang aku inginkan nyatanya hati tidak selalu sopan ia tidak selalu jatuh pada seseorang yang kita inginkan dan kali ini, hatiku jauh melewati batas kesopanan aku mabuk pada pemabuk aku menolak namun malah menambah gejolak lalu, kuputuskan untuk pura-pura dungu pura-pura tidak tahu pura-pura tidak mengerti apa yang terjadi di hatiku lebih baik begitu, kan? biarkan lalu mungkin seiring waktu berjalan aku dapat melepaskan melepaskan, namun enggan melupakan 27/10/17

Ngeluh Mulu, Lo! (Jilid 2)

I'm here. Dying. Crying. Can't stop questioning when this semester will be end. But, finally. Here i am. In the middle of third semester. I can't and i won't lie to myself that i am tired. Yes, i am tired. I won't act like i am not tired. I won't act like i can handle everything easily. Cause i am not. I don't know why this semester feels very hard. I don't know why this semester feels so long. I don't know why this semester i can be this weak. But, at least... i am not quit.

Gadis itu Bukannya Tidak Tahu

Dicari saat jenuh itu biasa, kan? Dihubungi saat bosan juga biasa, kan? Jika tidak mau, diamkan saja. Jika tidak suka, abaikan saja. Tapi gadis itu tidak melakukannya. Ia menanggapinya. Walau ia tahu bagaimana ujungnya. Walau ia tahu bagaimana perihnya. Walau ia sadar, bagaimana telah koyak... hatinya. 16/10/17