Tidak apa-apa, lepaskan saja.
Toh, sakit jemarimu memaksakan genggaman.
Nantinya, akan membekas luka itu bak jeratan.
Tak apa, ikhlaskan saja.
Mereka bilang, “setiap orang ada
masanya, setiap masa ada orangnya”
Dan seingatku, kamu setuju.
Jadi, mengapa saat masa seseorang ini sudah berakhir,
Kau masih meratapinya dengan begitu pilu?
Toh, sakit jemarimu memaksakan genggaman.
Nantinya, akan membekas luka itu bak jeratan.
Tak apa, ikhlaskan saja.
Dan seingatku, kamu setuju.
Jadi, mengapa saat masa seseorang ini sudah berakhir,
Kau masih meratapinya dengan begitu pilu?
Seberapa bernilainya pribadimu.
Betapa cantiknya parasmu—menurut ibumu.
Hal apa pun tidak akan mengurangi nilai dirimu.
Jadi, mungkin, ini sudah saatnya kau berhenti menunggu.
Panggilan itu,
Pertemuan itu.
09/02/2026
Komentar
Posting Komentar