Langsung ke konten utama

Orang Baik di Kereta

Makin hari, rasanya makin banyak aja tulisan-tulisan di sosial media tentang kejahatan atau hal-hal buruk di transportasi umum. Salah satu transportasi umum yang sering dibicarakan itu ya... kereta. Ada hipnotis, pencurian, sampe pelecehan. Emang bener, apapun bisa terjadi di transportasi umum, apalagi kereta yang kalo desek-desekan bener-bener padet.

Kita emang harus waspada, tapi enggak boleh selalu curiga sama semua orang yang ada di transportasi umum--dalam tulisan ini ya kereta--karena masih ada orang baik, kok. Oh iya, tulisan ini ditulis di kereta, di perjalanan ke Depok. Pagi ini, saya berdiri dikelilingi tiga orang bapak. Mereka bener-bener ngelilingin saya, sibuk ngobrol aja bertiga, saya enggak diajak ngobrol. Tampilan bapak-bapak ini lumayan serem, mereka pake jaket item, sepatu pantofel, dan mukanya cukup buat saya mikir, 'pindah enggak ya?'

Tapi, emang kita enggak boleh berpikiran buruk. Jadi, akhirnya saya mutusin buat tetep berdiri di situ, sambil main hape karena saya enggak mau fokus dengerin mereka ngobrol. Beberapa menit kemudian, salah satu dari bapak ini nepok saya, "mbak, duduk tuh" katanya. Saya enggak mikir panjang dong, langsung bilang makasih terus duduk di tempat yang dimaksud si bapak ini.

Orang kayak bapak-bapak ini tuh masih banyak kok berseliweran di kereta atau transportasi umum lainnya. Sayangnya, kita cenderung lebih suka nulis pengalaman buruk daripada pengalaman baik.  Ya pengalaman buruk itu bagus juga buat dibagiin karena orang lain bakal lebih waspada lagi. Tapi, kebanyakan orang malah mikirnya seolah semua orang itu wajib dicurigai. Padahal, harusnya pikiran yang terbangun itu kita wajib waspada, bukan curiga.

Kalo udah dapet kebaikan dari orang lain, jangan lupa kasih kebaikan buat orang lainnya juga. Jangan sampe kebaikan itu berhenti di kita, dan jangan lupa bilang makasih, karena kata itu penting. Sepakat?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Lama, Ya

Ya, sudah lama. Sudah lama sejak getar itu hadir. Entah akan berakhir dengan manis atau getir. Sudah lama. Sejak terakhir bibirnya terbuka selebar itu. Sejak terakhir hatinya sepenuh itu. Sejak terakhir dirinya diperlakukan sebaik itu. Ah, aku tak bisa lagi menahan rindu, bisa kah kau langsung menghubungiku? kosong dua satu ...-

Thoughts on Birthday

Birthday should be one of the special day in a year. Not because of the present you will get, but for me, it's because of the prayer. Birthday is beautiful because of the people who celebrate your birthday come with all those good wishes. Have a long life, be happy, have a joyful birthday. Simple words, but i love it the most. Some people also add on extra beautiful words. Thank you for being born. Thank you for holdin on til now. Or even thank you for being my friend. Thank you for spending your life with me. I can't hold back my tears when i read all those words in my birthday greeting chats or letters. I'm so thankful. Receiving presents and foods on my birthday is indeed make me happy. But, a simple "happy birthday" is really enough. I'm so thankful even with that simple phrase. Birthday is not about gettin all those presents. It's also not about partying all night long in a 5 star hotel. It's about sincere prayer your families, your friends, or ev...

Katanya, Tentang Hati

Rasanya sudah lima jam ia bergelut dengan pikirannya sendiri. Kali ini, bukan tentang kopi apa yang harus dipesan untuk melalui hari. Bukan pula soal sarapan apa besok pagi. Malam ini, ia pun bingung dengan pergelutan yang sedang terjadi. Katanya, tentang hati. Memang, belakangan ini, ia suka asik sendiri. Terkadang, kesal sendiri. Beberapa kali, ia terlihat sedih sendiri. Sepertinya, kali ini benar tentang hati. Tempo hari, aku sempat bertanya padanya, bagaimana rasanya yang kali ini? Ia tidak banyak bicara, hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu. Mungkin, dalam pikirannya, ia sedang mengingat bagaimana ia diperlakukan. Bagaimana ia mengeluarkan sosok 'perempuan' lebih dari biasanya saat sedang bersama. Bagaimana ia bisa menonaktifkan pikirannya dan tetap yakin akan baik-baik saja, selama bersamanya. Setelah jeda yang cukup panjang itu, ia membuka suara, "dibanding perasaan yang menggebu-gebu dan apa yang orang-orang sebut dengan butterflies , kali ini, rasanya... tenan...