Langsung ke konten utama

Sahabat itu... apa?

Dulu, waktu SMP atau SMA, waktu gue masih percaya sama konsep sahabat, gue merasa gue punya banyak sahabat. Makin ke sini, waktu ngajarin gue kalo yang namanya sahabat itu enggak ada. Sahabat itu cuma konsep, perwujudan orangnya ya... enggak ada. Beberapa dari kalian mungkin punya atau seenggaknya merasa punya sahabat, tapi gue dengan bangga bilang kalo gue enggak punya.

Kalian yang punya kelompok pertemanan tapi gaguna, angkat tangan!
Kalian yang punya kelompok persahabatan tapi tiap temen kalian ngobrol kalian gangerti, angkat tangan!
Kalian yang cuma punya grup tapi gapernah sekadar main dan ngobrol bareng, angkat tangan!

Buat yang merasa, gue minta maaf ya membuat kalian merasa enggak punya sahabat mendadak. Makin gede, gue makin ngerti kalo semua orang itu deket karena butuh, atau deket karena kebetulan kita yang lagi ada di sekitar mereka. Itu yang gue pelajarin. Gue ngobrol, gue main, sama orang-orang yang keliatan sama mata gue. Makanya gue lebih sering main sama temen kelas gue, karena mereka yang gue liat, misalnya. 

Dulu, waktu TK, gue maniaknya konsep sahabat itu. Sebagai anak kecil yang polos, gue punya banyak sahabat, tapi pas lulus TK, ya udah... selesai juga. Enggak ada yang bertahan. Jadi, gue bakal ngasih tau konsep pertemanan baru yang gue dan beberapa temen gue anut sekarang.

Be friend with everyone.

Jadi temennya setiap orang, sekadar temen aja, maksimal temen deket, enggak usah mengklaim diri kalian sebagai sahabat seseorang kalo kalian enggak bisa menyanggupi jadi sahabat mereka. Main sama semua orang, jaga tingkat kedekatan, jangan terlalu deket, jangan terlalu jauh. Pertemanan kayak gini bakal bikin sakit hati yang bisa muncul dari pertemanan berkurang. Pertemanan kayak gini bikin temenan enggak pake tekanan. Percaya deh.

Tapiiiii
Kalo kalian udah punya sahabat yang bener-bener sahabat, yang kalo ngobrol lo selalu ngerti, ya dijaga. Jarang soalnya.

31/5/18

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Lama, Ya

Ya, sudah lama. Sudah lama sejak getar itu hadir. Entah akan berakhir dengan manis atau getir. Sudah lama. Sejak terakhir bibirnya terbuka selebar itu. Sejak terakhir hatinya sepenuh itu. Sejak terakhir dirinya diperlakukan sebaik itu. Ah, aku tak bisa lagi menahan rindu, bisa kah kau langsung menghubungiku? kosong dua satu ...-

Thoughts on Birthday

Birthday should be one of the special day in a year. Not because of the present you will get, but for me, it's because of the prayer. Birthday is beautiful because of the people who celebrate your birthday come with all those good wishes. Have a long life, be happy, have a joyful birthday. Simple words, but i love it the most. Some people also add on extra beautiful words. Thank you for being born. Thank you for holdin on til now. Or even thank you for being my friend. Thank you for spending your life with me. I can't hold back my tears when i read all those words in my birthday greeting chats or letters. I'm so thankful. Receiving presents and foods on my birthday is indeed make me happy. But, a simple "happy birthday" is really enough. I'm so thankful even with that simple phrase. Birthday is not about gettin all those presents. It's also not about partying all night long in a 5 star hotel. It's about sincere prayer your families, your friends, or ev...

Who Said Everyone Wants Life?

What's life really? She asks that question several times in front of the mirror. We have to be rich. We have to be happy. We must have a job. We have to get a degree. We have to do this. We have to do that. But who's the one who said that? Who's the one who sets the standard to live? What's life really? Some people do it easily. Some people sacrifice many things just to live. Some people said it's nice to live a life. Some people don't want it. What's life really? She asks that question again and again. No one answer. But, she knows one thing, she doesn't want it.